Kamis, 08 September 2011

Itachi uciha

Itachi Uchiha
(うちはイタチ)

Itachi Uchiha
Karakter dalam manga Naruto
Debut: Bab 139 (Manga)
Episode 80 (Anime)
Pengisi suara (versi bahasa Jepang): Ishikawa Hideo
Profil
Desa asal:  Konohagakure
Tingkatan ninja: Nuke-nin/ninja buronan, sebelumnya: ANBU
Hari ulang tahun: 9 Juni (Gemini)
Umur: 17-18 (serial Naruto)
21 (serial Naruto Shippuden)
Golongan darah: AB
Warna mata: abu-abu gelap, merah jika menggunakan Sharingan
Warna rambut: hitam
Berat badan: 57,1 kg (serial Naruto)
58 kg (serial Naruto Shippuden)
Tinggi badan: 175,2 cm (serial Naruto)
178 cm (serial Naruto Shippuden)
Keluarga
Ayah: Fugaku Uchiha
Ibu: Mikoto Uchiha
Saudara: Sasuke Uchiha
Rekan
Tim: Akatsuki
Sahabat: Kisame Hoshigaki
Shisui Uchiha
Keahlian
Kekkei genkai: . Sharingan
. Mangekyou Sharingan
Jutsu: . Amaterasu
. Bunshin Daibakuha
. Kage Bunshin no Jutsu
. Karasu Bunshin no Jutsu
. Katon: Gokakyu no Jutsu
. Katon: Hosenka no Jutsu
. Katon: Hosenka Tsumabeni
. Magen: Kasegui
. Magen: Kyo Tenchi-ten
. Suiton: Suigadan
. Susano'o
. Tensha Fuin: Amaterasu
. Tsukuyomi
. Utakata



Itachi sedang menggendong Sasuke yang masih bayi, tepat pada saat peristiwa serangan Kyubi di Konoha
Itachi yang terlahir dari Klan Uchiha, tumbuh menjadi sebuah kebanggan besar bagi klannya, karena kemampuannya yang begitu luar biasa. Ia dikagumi oleh orang-orang sebagai yang terbaik dari generasinya, dan diakui sebagai seorang jenius yang berada di atas dari yang lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan standar kemampuan bertarung Klan Uchiha, Itachi jauh melampaui standar ini. Kemampuannya ini tidak hanya diakui oleh keluarga, teman, atau bahkan gurunya, tapi oleh seluruh penduduk desa. Saat Itachi masih berumur 4 tahun, Itachi menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri banyaknya jumlah korban nyawa dalam Perang Dunia Shinobi Ketiga, kekejaman perang, dan penderitaan atas perang tersebut. Tragedi ini membuatnya mengalami trauma mental yang sangat hebat, dan membuatnya menjadi seseorang yang mementingkan kepentingan dan kedamaian desa lebih dari apapun juga. Pada usia 7 tahun, Itachi lulus Akademi hanya dalam waktu 1 tahun, dengan nilai tertinggi dari yang lain. Saat umurnya 8 tahun, Itachi sudah dapat menguasai Sharingan, lulus Ujian Chunin saat umurnya masih 10 tahun, dan menjadi ketua ANBU dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun.
Ayahnya, Fugaku Uchiha, yang merupakan Ketua / Pemimpin Klan Uchiha pada saat itu, tak diragukan lagi, luar biasa bangganya pada anak sulungnya itu. Fugaku berpikir bahwa masa depan Klan Uchiha akan cerah di tangan anaknya, Itachi. Hal ini membuat Fugaku memberi perhatian lebih kepada Itachi ketimbang anak bungsunya, Sasuke Uchiha. Sasuke pun hampir tidak diperdulikan sama sekali oleh ayahnya, namun walau pun begitu, masih ada seseorang yang selalu memberikan kasih sayang yang besar terhadap Sasuke. Orang itu adalah Itachi, kakaknya sendiri. Itachi bahkan membujuk ayahnya untuk datang ke upacara penerimaan murid Akademi untuk Sasuke, yang hampir ayahnya lupakan.
Itachi kecil bersama keluarganya. Dari kiri ke kanan: Fugaku, Sasuke, Mikoto, Itachi
Ketika Klan Uchiha memulai rencana pengkhianatan terhadap Konoha, Itachi, sebagai ketua ANBU, yang memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bergerak, menjadi mata-mata Klan Uchiha terhadap Konoha. Menyadari bahwa kudeta Klan Uchiha ini hanya akan menyebabkan peperangan. Dimana peperangan hanya akan membawa banyak penderitaan, Itachi pun berbalik menjadi mata-mata Konoha terhadap Klan Uchiha, dengan menyerahkan informasi tentang Klan Uchiha kepada Hokage Ketiga, dan para petinggi Konoha (Homura, Koharu, dan Danzo). Selama itu, Itachi mulai bertingkah aneh, mulai dari tidak menghadiri rapat penting Klan, berbicara jelek tentang Klan dengan nada menentang, hingga dituduh sebagai pembunuh sahabat baiknya, Shisui Uchiha, yang mati tenggelam di Sungai Nakano. Akibat kejadian-kejadian ini, harapan Klan terhadap Itachi menghilang, dan ayahnya mulai memfokuskan dirinya terhadap Sasuke. Sementara itu, upaya Hokage Ketiga untuk menyelesaikan konflik dan perselisihan antara kedua belah pihak (Klan Uchiha dan Konoha) tanpa adanya pertumpahan darah dianggap gagal dan tidak efektif. Oleh karena itu, walau bertentangan dengan harapan Hokage Ketiga, Danzo Shimura beserta Homura Mitokado dan Koharu Utatane memerintahkan Itachi, misi super-rahasia, yaitu misi untuk menyapu bersih seluruh anggota Klan Uchiha.
Pembantaian Klan Uchiha
Sebelum malam tersebut tiba, Itachi menyadari keberadaan Madara Uchiha yang bertujuan untuk menyalakan kembali api peperangan di Konoha. Itachi meminta Madara untuk tidak melakukan hal buruk terhadap Konoha, dengan menawarkan dirinya untuk membantu balas dendam Madara terhadap Klan Uchiha yang telah mengkhianatinya kurang lebih seratus tahun yang lalu; Madara pun setuju. Itachi pun berhasil membunuh seluruh anggota Klan, dengan menyisakan hanya satu nyawa, satu orang yang tidak sanggup ia bunuh, yaitu adik kandungnya sendiri, Sasuke Uchiha. Karena bagi Itachi, nyawa adiknya, Sasuke, lebih berharga daripada keselamatan desa. Kepada Sasuke, Itachi bertingkah layaknya seorang kriminal, pembunuh berdarah dingin, yang telah membunuh keluarga dan seluruh klannya yang tak berdosa hanya untuk menguji kemampuannya. Itachi pun berkata kepada Sasuke bahwa Sasuke tidak layak untuk dibunuh, sehingga ia tidak membunuhnya. Bahkan, Itachi juga berkata, "Kau selalu ingin menandingiku. Karena itu, kubiarkan kau hidup... jika kau ingin membunuhku, membenciku, mengutukku... berlari, terus berlari, bergantung pada hidup malangmu". Selain itu, Itachi juga memberitahu Sasuke tentang keberadaan ruang rapat rahasia Klan Uchiha yang tersembunyi, dimana di sana terdapat sejarah dan tujuan utama Sharingan yang sebenarnya. Itachi juga berkata kepada Sasuke bahwa "untuk membangkitkan Mangekyou Sharingan", dia "harus membunuh teman terdekatnya", dan juga "saat kita bertarung nanti, milikilah mata yang sama denganku".
Itachi menyiksa Sasuke dalam Genjutsu
Dalam keadaan ini, Sasuke berusaha untuk bangkit dan akhirnya berhasil membangkitkan Sharingan untuk pertama kalinya, lalu ia pun mencoba mengejar Itachi yang telah melarikan diri. Tentu saja, Sasuke tidak sanggup mengalahkan Itachi, namun setidaknya, Sasuke berhasil mengenai pelindung kepala Itachi dengan kunai, menyisakan goresan pada pelindung kepalanya. Saat Itachi mengambil pelindung kepalanya, terlihat Itachi meneteskan air mata. Sasuke pun pingsan, dan terbangun di rumah sakit sambil mengingat kata-kata Itachi padanya. Dengan melakukan semua ini, Itachi berharap Sasuke akan melakukan balas dendam padanya dan menjadi pahlawan Konoha, sekaligus pahlawan bagi Klan Uchiha. Dengan harapan yang sangat besar, Itachi ingin adik tercintanya tumbuh menjadi Ninja yang cukup kuat untuk dapat membunuhnya. Itachi pun meninggalkan desa sebagai seorang pengkhianat, dan menutupi kebenaran dan jati dirinya yang sesungguhnya selama-lamanya dalam kegelapan. Menurut Madara Uchiha, Itachi memiliki seorang kekasih, yang juga ia bunuh saat peristiwa pembantaian Klan Uchiha.
Mengetahui bahwa para Petinggi Konoha masih berencana untuk membunuh Sasuke, Itachi memohon kepada Hokage Ketiga untuk menjaga keselamatan Sasuke. Itachi juga mengancam Danzo untuk tidak melakukan hal yang buruk terhadap Sasuke, atau dia akan membocorkan rahasia-rahasia Konoha kepada negara lain. Sesuai harapannya, keselamatan Sasuke dijaga dengan baik, dan peristiwa pembantaian Klan Uchiha pun mulai terlupakan.
Itachi pun bergabung dengan Akatsuki, agar ia bisa dengan mudah mengawasi gerakan Madara Uchiha, yang kapan saja dapat melakukan hal buruk terhadap desa tercintanya, Konoha, dan juga agar impiannya dapat berjalan dengan lancar, yaitu mati ditangan adiknya sendiri, Sasuke Uchiha. Selama ia menjadi anggota Akatsuki, Orochimaru mencoba untuk mengambil tubuhnya agar dapat menguasai Sharingan. Namun, Itachi berhasil menjebaknya dalam Genjutsu dan melukai tangan kirinya, hingga akhirnya Orochimaru pun mengeluarkan diri dari Akatsuki. Rekan kerja Itachi adalah Kisame Hoshigaki, seorang nuke-nin dari Kirigakure. Saat pertama kali bertemu dengan Kisame, mereka tampak saling bermusuhan dan saling mengintimidasi satu sama lain. Walaupun begitu, seiring berjalannya waktu, mereka berdua menjadi rekan kerja sekaligus teman yang baik. Setelah keluarnya Orochimaru dari Akatsuki, Sasori, salah satu anggota Akatsuki lainnya, membutuhkan seorang rekan kerja. Sasori, bersama Itachi dan Kisame pun pergi ke Iwagakure untuk merekrut seorang Ninja hebat, seorang teroris ahli peledak dari Iwa, Deidara. Di sini, diperlihatkan bahwa Itachi dapat dengan mudah mengalahkan Deidara hanya dengan menggunakan Genjutsu. Setelah kejadian ini, Deidara berjanji kepada dirinya sendiri akan membalaskan dendamnya pada Itachi dan mengalahkannya suatu saat nanti.
Dalam beberapa adegan di manga dan anime Naruto, diperlihatkan bahwa Itachi mengidap penyakit serius. Namun, Itachi berusaha agar tetap hidup dengan mengkonsumsi obat-obatan dan tekadnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya untuk mati di tangan adiknya. Itachi menguatkan hatinya bahwa ia tidak boleh mati sebelum impiannya ini terwujud.

[sunting] Kepribadian

Semenjak kemunculan pertamanya, sosok Itachi selalu diselimuti dengan misteri, ia selalu bersikap misterius dan bertingkah seperti menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya. Ketika flashback masa lalunya ditampilkan, Itachi diperlihatkan sebagai seorang kakak yang penyayang, namun setelah peristiwa pembantaian Klan Uchiha, nampaknya semua sikap baiknya itu hanyalah sebuah kepura-puraan. Tetapi, di akhir hidupnya, kebenaran hidupnya akhirnya terbongkar juga, Itachi sebenarnya memang seorang kakak yang penyayang dan cinta damai seperti yang dulu, namun selama ini ia menyembunyikan semuanya. Selama menjadi anggota Akatsuki, tak satu pun anggota Akatsuki yang mengetahui akan kebenarannya ini, kecuali Madara Uchiha.
Sebagai anggota Akatsuki, Itachi mampu mengontrol emosi dan perasaan dirinya sendiri dengan baik, dan hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi wajahnya saat bertarung, wajahnya selalu terlihat tenang dan "dingin". Walaupun begitu, sesekali Itachi juga pernah menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang lebih hebat dari yang ia bayangkan sebelumnya, namun ia masih bisa bersikap tenang. Saat bertarung, Itachi tidak pernah menunjukkan kesombongan atau rasa arogan, setiap pernyataan yang ia buat tentang kekuatannya memiliki alasan, bahkan, tak jarang ia memuji kemampuan musuhnya.
Selain memiliki kekuatan yang luar biasa, Itachi juga memiliki kecerdasan yang juga tak kalah mengagumkan. Itachi merupakan seorang Ninja yang sangat pintar dan jeli dalam menghadapi segala situasi, ia juga pintar dalam mengambil keputusan. Hal ini terbukti dari sikapnya yang tidak pernah panik setiap menghadapi musuh-musuhnya. Itachi juga memiliki intuisi yang baik, ia hampir tidak pernah tertipu oleh musuhnya, kalaupun iya, Itachi dapat dengan cepat menyadarinya. Meski berstatus sebagai seorang Kriminal Buron tingkat S, yang telah menghabisi klannya sendiri tanpa ampun, Itachi sebenarnya seorang Ninja yang tidak menyukai kekerasan dan pertarungan. Ia lebih suka menghindari pertarungan, atau setidaknya, mengakhiri pertarungan dengan cepat.
Itachi masuk ke Akatsuki bukan tanpa sebab. Selain untuk menguasai kekuatan Biju, Itachi masuk ke Akatsuki agar tujuan utamanya dapat terlaksana. Itachi berharap dengan masuknya ia ke Akatsuki, Itachi dapat terus melindungi desanya, Konoha, dengan mengawasi kegiatan para petinggi Konoha, terutama Sasuke, secara tidak langsung dari luar. Hal ini diperlihatkan pada saat ia bersama Kisame melakukan pencarian Kyubi ke Konoha. Sebenarnya, ia datang ke Konoha tidak hanya untuk menangkap Kyubi saja, namun juga untuk:
  1. Membocorkan secara tidak langsung tentang keberadaan dan informasi Akatsuki kepada Konoha
    Membuktikan tujuannya untuk melindungi Konoha (secara tidak langsung), dan

  2. Memberitahukan secara tidak langsung kepada para petinggi Konoha bahwa ia masih hidup, sehingga para petinggi Konoha (masih) tidak dapat berbuat yang tidak-tidak terhadap Sasuke
    Membuktikan tujuannya untuk melindungi Sasuke (secara tidak langsung)

Karena tujuannya ini, Itachi menjadi seorang anggota Akatsuki yang sangat loyal baik terhadap organisasi sendiri maupun sesama anggota lainnya. Dibandingkan dengan anggota Akatsuki lainnya, Itachi lah yang paling mementingkan kesuksesan dan kerahasiaan Akatsuki, sehingga tak ragu lagi, sikapnya ini lah yang telah membawa Akatsuki menuju keberhasilan. Selain itu, dibandingkan dengan pasangan Akatsuki lainnya, pasangan Itachi-Kisame lah yang paling bersahabat, jarang terjadi pertengkaran. Kisame sendiri kelihatannya memiliki rasa loyal yang tinggi terhadap Itachi, ia selalu melakukan apa yang Itachi perintahkan padanya dengan segera, dan selalu memperhatikan keadaan Itachi. Sebenarnya, Itachi juga memperlakukan anggota Akatsuki lainnya sama seperti perlakuannya tehadap Kisame, namun nampaknya, sikap baiknya ini tidak dibalas oleh anggota lainnya. Satu-satunya anggota yang tidak bersikap buruk padanya hanyalah Kisame.
Walau sifatnya yang terkesan tenang, dingin, dan misterius, Itachi pernah menunjukkan sifat kasar dan bengis nya saat sedang berduel genjutsu dengan Sasuke. Saat itu, Sasuke mencoba untuk masuk ke dalam pikiran Itachi lewat Genjutsu. Disini, Itachi berkata terang-terangan kepada Sasuke bahwa tujuannya yang sebenarnya membiarkan Sasuke hidup adalah untuk mengambil matanya dan memperoleh Mangekyou Sharingan abadi. Itachi juga berkata bahwa Klan Uchiha bukanlah apa-apa selain sebuah klan rendahan yang kotor, busuk dan keji, semenjak banyaknya anggota klan yang tega membunuh teman dekatnya sendiri untuk memperoleh Mangekyou Sharingan, dan mengambil mata anggota Klan Uchiha lainnya untuk mendapatkan kekuatan abadi Mangekyou Sharingan. Setelah genjutsu Sasuke ini hilang, Itachi bahkan juga mengatakan sendiri bahwa dirinya yang bersifat tenang, kalem dan dingin hanyalah sebuah topeng. Kepribadiannya (yang kasar) ini pun akhirnya terungkap sebagai sebuah kepura-puraan belaka, Itachi yang sebenarnya memang bersifat tenang, namun saat itu, ia berpura-pura untuk lebih memperkuat alasan adiknya membunuh dirinya. Semua itu ia lakukan hanya demi cintanya yang sangat besar terhadap adiknya, Sasuke.
Menjelang akhir hayatnya, Itachi menyerahkan seluruh tekadnya kepada Naruto, yang ia anggap sebagai orang yang paling bisa dipercaya untuk menyelamatkan dan melindungi Sasuke. Setelah mendengarkan jawaban Naruto untuk tetap melindungi Sasuke dan juga sekaligus melindungi Konoha, Itachi menghadiahkannya setengah dari kekuatannya. Itachi sangat bahagia mendengar kebulatan tekad Naruto untuk terus melindungi Sasuke, dan tersenyum setelah mendengar respons dari Naruto. Itachi bahkan mempercayainya untuk bisa membawa Sasuke kembali ke jalan cahaya.

[sunting] Penampilan

Walaupun berstatus sebagai seorang kriminal, penampilan Itachi sama sekali tidak menakutkan, kecuali tatapan matanya. Saat masih tinggal di Konoha, ia memiliki tatapan mata yang terlihat lebih lembut, ramah dan penuh rasa iba, terutama terhadap adiknya, Sasuke. Namun setelah bergabung dengan Akatsuki, tatapan matanya berubah menjadi tampak lebih sangar dan jahat.
Penampilan Itachi
Itachi memiliki mata berwarna abu-abu gelap, dan rambut berwarna hitam yang membingkai wajahnya dan menggantung hingga ke dekat pipi, sisa rambutnya diikat kuda ke belakang (ponytail); yang kemudian tertutup oleh kerah tinggi jubah Akatsuki yang ia pakai setelah bergabung. Sebagai saudara kandung, Itachi dan Sasuke memiliki penampilan yang mirip dan tidak jauh berbeda, bahkan saat Naruto pertama kali bertemu dengannya, ia hampir mengira Itachi sebagai Sasuke. Dibandingkan dengan Sasuke, warna rambut Itachi tampak sedikit lebih kusam dan agak pudar, selain itu, aliran rambut Itachi juga lebih halus ketimbang Sasuke. Sedangkan dalam soal kulit, kulit Itachi tampak agak sedikit lebih gelap dari kulit Sasuke. Dan perbedaan yang paling mencolok adalah goresan panjang yang tampak jelas di bagian bawah matanya; ciri fisik yang ia warisi dari ayahnya.
Ketika masih di Konoha, Itachi biasa memakai kaos hitam dengan simbol khas Klan Uchiha yang berupa kipas di belakangnya, dan celana pendek hitam dengan kantong senjata yang diikat ke belakang. Sedangkan saat mengerjakan misi, ia mengenakan seragam khas ANBU seperti anggota ANBU lainnya, walau nampaknya, Itachi tidak pernah diperlihatkan mengenakan topeng ANBU. Sebagai anggota Akatsuki, Itachi memakai jubah khas Akatsuki seperti anggota-anggota Akatsuki lainnya, dengan kancing yang terbuka hingga ke tengah-tengah serta pelindung kepala yang tergores. Terkadang, Itachi akan meletakkan tangan kirinya di tengah-tengah kancing jubahnya yang terbuka itu. Setelah jubah Akatsuki nya hancur oleh serangan Kirin Sasuke, Itachi diperlihatkan memakai pakaian dalam seperti yang juga dipakai anggota Akatsuki lainnya, yaitu berupa kaos tanpa lengan dengan bagian leher berbentuk V warna biru dan celana panjang biru, dengan jaring-jaring di bawah bajunya dan ikat pinggang putih. Seperti anggota Akatsuki lainnya, Itachi juga memakai ikat kepala desa asalnya dengan tanda goresan yang melambangkan ikatan yang telah terputus dengan desanya. Ia juga memakai cincin khas Akatsuki berwarna merah dengan tulisan Kanji 朱 / shu yang berarti "Merah Delima" di jari manis kirinya. Di kuku jari tangan dan kakinya, diberi kutek berwarna ungu gelap, dan di lehernya, terdapat tiga lingkaran atau cincin yang mengelilingi lehernya.
Setelah dihidupkan kembali dengan jurus Edo Tensei milik Kabuto Yakushi, di mata Itachi terdapat sebuah sklera hitam yang juga dimiliki oleh shinobi-shinobi lainnya yang juga dibangkitkan oleh Kabuto.

[sunting] Kemampuan

Itachi menggunakan Karasu Bunshin (Klon Gagak)
Dalam usia yang masih sangat muda, kecerdasan dan bakat Itachi telah ia tunjukkan dalam berbagai hal, hingga bahkan guru-gurunya di Akademi sendiri mengatakan bahwa dalam perkembangannya sangat sedikit dibutuhkan bantuan. Dalam beberapa pertarungan sejak awal seri dimulai, Itachi telah diperlihatkan sebagai seorang ninja yang sangat kuat, seperti yang ia tunjukkan dari kemampuannya untuk mengalahkan beberapa shinobi yang kuat dengan mudah. Bahkan Kisame Hoshigaki, rekan Itachi di Akatsuki, juga mengakui sendiri bahwa Itachi lebih kuat darinya. Bahkan Madara juga mengatakan bahwa Itachi tidak pernah berhenti membuatnya terkagum akan kemampuannya. Namun, Itachi tetap menyadari keterbatasannya, yang diperlihatkan saat ia bertemu Jiraiya, dan berkata bahwa Jiraiya bukanlah tandingannya. Satu-satunya kekurangan dan kelemahan Itachi adalah jumlah chakra / staminanya, yang berada di bawah rata-rata. Selain itu, Itachi juga mengidap penyakit yang parah dan menyadari akan kematiannya yang tidak lama lagi. Namun tetap saja, Sasuke masih tidak mampu mengalahkan Itachi, yang akhirnya malah mati akibat penyakit dan kehabisan chakra.
Akibat trauma mental dari Perang Dunia Shinobi Ketiga, Itachi menjadi seorang yang cinta damai dan mementingkan kepetingan desa lebih dari apapun juga. Hal ini membuat Itachi menjadi seorang shinobi yang tidak suka ikut ambil bagian dalam suatu pertempuran, ia lebih suka mempertahankan diri atau melumpuhkan musuhnya saja daripada membunuhnya, walaupun sebenarnya ia bisa.

[sunting] Ninjutsu

Itachi menggunakan jurus Elemen Api, Jurus Bola Api (Katon: Gokakyu no Jutsu)
Itachi menguasai seluruh ninjutsu klan Uchiha, termasuk juga Sharingan, ia juga memiliki kemampuan yang hebat baik dalam hal Ninjutsu, Taijutsu, maupun Genjutsu. Ketika bertarung melawan Kakashi, Kurenai, dan Asuma, Kakashi berkomentar bahwa Itachi saat itu bahkan tidak menggunakan setengah dari kekuatannya untuk melawan mereka bertiga. Jurus Itachi juga sering terlibat dengan penggunaan gagak, baik dalam ninjutsu maupun genjutsu. Itachi juga sering terlihat menggunakan klon gagak (Karasu Bunshin) dan terkadang menggunakannya untuk menyembunyikan Shuriken di dalamnya.
Sebagai anggota Klan Uchiha, Itachi terbiasa menggunakan jurus elemen Api. Dia juga diperlihatkan juga dapat menggunakan jurus elemen Air.

[sunting] Taijutsu

Meskipun bukan seorang master/spesialis Taijutsu, Taijutsu Itachi berada pada tingkatan/level yang sangat tinggi, seperti yang ditunjukkannya ketika ia melawan tiga anggota klan Uchiha lainnya sendirian dengan mudahnya. Dalam Part I, Itachi dapat menghentikan Chidori Sasuke hanya dengan satu tangan dan Itachi juga bahkan dengan brutal dapat mengalahkan Sasuke dengan mudahnya, padahal saat itu Sasuke telah melakukan pelatihan Taijutsu intensif bersama Kakashi untuk Ujian Chunin. Dalam Part II, meskipun terserang penyakit yang parah, Itachi tetap mampu mengimbangi Sasuke yang telah meningkatkan kemampuan taijutsunya di bawah bimbingan Orochimaru. Itachi juga sangat mahir menggunakan pedang, melempar shuriken dan kunai.
Itachi juga memiliki kecepatan yang luar biasa, terutama dalam hal gerakan tangannya. Kemampuannya dalam membentuk segel tangan dan melempar senjata sangat luar biasa, ia bahkan mampu melempar shuriken dalam jumlah yang banyak dan kemudian tiba-tiba saja melakukan suatu jurus tanpa diketahui, membuatnya tampak seolah-olah dapat melakukan jurus tanpa membentuk segel. Itachi juga mampu bergerak dalam jarak yang sangat dekat dalam waktu yang sangat cepat sehingga gerakannya hampir tampak seperti jurus teleportasi. Kecepatannya begitu tinggi sehingga Sasuke maupun Kakashi, yang juga sama-sama memiliki kecepatan yang tinggi dan juga menggunakan Sharingan, tidak bisa mengikuti gerakannya di Part I.

[sunting] Sharingan

Sharingan Itachi
Menjadi bagian dari klan Uchiha, seperti yang dijelaskan oleh Kakashi, Itachi adalah pewaris sejati mata Sharingan. Itachi sendiri mulai menguasai Sharingan ketika ia masih berusia 8 tahun. Dalam posisi diam, ia mempelajari gerakan lawannya dengan Sharingan dan meresponsnya, seringkali dengan Genjutsu. Itachi sering dipuji karena kehebatannya dalam menggunakan genjutsu, ia sendiri dapat menjebak lawannya dalam genjutsu hanya dengan menatap mata atau menunjuk lawannya. Itachi juga bisa membalikkan genjutsu lawan dengan Magen: Kyo-tenchi Ten. Menurut Ao, Itachi juga dapat menggunakan genjutsu untuk mengendalikan orang lain dari jarak jauh. Sebagian besar kekuatan genjutsu Itachi berasal dari Sharingan, tapi terlepas dari apakah mereka atau tidak, semua genjutsu Itachi menyebabkan trauma mental yang kuat pada lawannya; Itachi adalah master genjutsu, dan sering menggunakan genjutsu sebagai senjata utamanya.
Dengan Sharingan, ia juga bisa memalsukan surat bunuh diri Shisui Uchiha dengan sempurna setelah ia membunuhnya. Dia telah melatih begitu banyak hal dengan matanya bahwa ia telah mencapai tahap di mana dia bisa Sharingan diaktifkan untuk waktu yang lama, dengan pembuangan minimal pada tingkat chakra nya.

[sunting] Mangekyou Sharingan

Mangekyou Sharingan Itachi
Itachi memiliki mata Mangekyou Sharingan, yang semakin meningkatkan kekuatannya yang sudah sangat besar, dan memungkinkannya untuk menggunakan jurus terkuatnya. Dengan mata kirinya, ia dapat menggunakan Tsukuyomi, salah satu genjutsu terkuat di dunia, yang menjebak pikiran lawan dalam dunia ilusi, dan menyerang mental mereka selama berhari-hari, walaupun dalam dunia nyata, genjutsunya hanya terjadi dalam hitungan detik. Dengan mata kanannya ia dapat menggunakan Amaterasu, salah satu ninjutsu terkuat di dunia dan merupakan ninjutsu elemen api terkuat, yang dapat mengeluarkan nyala api hitam yang langsung bisa digunakan hanya dengan tatapan mata, dan tidak pernah bisa padam sampai targetnya benar-benar habis terbakar, walaupun targetnya juga api sendiri. Jurus terakhirnya adalah Susanoo, sang "Dewa Keberanian yang Menggelora" (勇武 の 荒神, Yūbu no Aragami), suatu jurus yang menggabungkan kekuatan kedua mata kanan dan kiri untuk mewujudkan diri sebagai spektral yang. Susanoo memegang Pedang Totsuka, sebuah pedang halus dengan kemampuan untuk menutup apa saja menembus ke dalam labu yang berfungsi sebagai gagang, dan Cermin Yata, sebuah perisai yang dapat mencerminkan setiap serangan. Zetsu, sesama anggota Akatsuki, menyatakan bahwa dengan penguasaan Sharingan Itachi, dan dikombinasikan dengan senjata-senjata legendaris Susanoo, membuatnya hampir tak dapat dikalahkan.
Susanoo Itachi, lengkap dengan Cermin Yata
Meskipun sangat menguasai Mangekyou Sharingan, Itachi juga sangat menderita efek samping dari penggunaannya. Setiap jurus yang berasal dari Mangekyou Sharingan membutuhkan jumlah chakra yang sangat besar, dan sering membuatnya kelelahan setelah menggunakannya, ke titik yang membutuhkan dia untuk menonaktifkan Sharingan sama sekali, sesuatu yang ia tidak biasanya perlu, batasan tiga kali penggunaan yang tampaknya sudah cukup untuk membawanya ke ini di Part I. Efek samping yang lain adalah bahwa penglihatannya akan semakin memburuk seiring waktu berjalan sejak kebangkitan Mangekyou Sharingan, dan degradasi hanya akan meningkat setelah setiap kali dia menggunakannya, yang akan membawanya untuk akhirnya kebutaan abadi, dengan Sharingan selamanya disegel pergi. Pada saat Itachi mengaktifkan Mangekyou Sharingan selama pertarungan terakhirnya dengan Sasuke, penglihatan Itachi sangat rusak parah, bahwa Sasuke tampaknya hanya berantakan kabur. Itachi begitu dekat dengan kebutaan bahwa pada saat dia diaktifkan Susanoo dalam pertarungan terakhirnya, baik Sharingan telah kehilangan desain Mangekyou di dalamnya, dengan hanya tersisa iris merah. Meskipun stres tubuhnya berada di bawah yang perlahan-lahan membunuh dia masih mampu, pada saat-saat terakhir, untuk melakukan Fūinjutsu nya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar